Disclaimer : Personil DBSK hanya
milik Tuhan tetapi ponsel haptic hanya milik PT. Samsung.
Warning : Typos, OOC, ect.
Gee
present :
Haptic
Battle
"Argh...! Akhirnya selesai juga
syuting iklan yang benar-benar melelahkan!" teriak Yunho sambil
menepuk-nepuk pundaknya pelan. Dilemaskannya otot leher yang sempat kaku karena
harus take adegan dance berkali-kali, namun putaran kepalanya
terhenti seketika menatap sosok yang sangat akrab dengannya tengah memanen
senyum lebar merekah. "Dasar orang gila, senyum-senyum gaje. Kesambet mbak
kunti baru tahu rasa!"
Sayangnya, Yoochun tidak menanggapi
Yunho . Ia tengah sibuk dengan wallpaper ponsel hapticnya.
"Muach...," desah Yoochun sambil mencium layar touch screen
ponselnya. "Yoona, saranghae."
"Idih sampai segitunya. Dasar playboy
kacangan, sadar dong semua adegan itu cuma iklan samsung anycall haptic.
Kalau ngimpi jangan ketinggian ntar ngalahin suara tenor si
Changmin," gerutu Yunho. Kini ia meluruskan tangannya ke depan.
"Kenapa ya iklannya cuma sampai
tiga episode? Kenapa nggak sepuluh episode? Nanggung banget nich!" gumam
Yoochun kesal. Setidaknya kini ia nyambung dengan yang diomongin Yunho.
"Emang Dating on Earth?
Situ enak ya jadi pemeran utama bareng yeoja cakep." Yunho
melangkah mendekat dan duduk di sebelah Yoochun. Mukanya tambah masam karena
kawannya itu tengah mengenang kembali memori yang tertancap di otaknya. Karena
bete ngliyatin muka si Micky yang makin mirip tikus ketumpahan keju jumbo,
Yunho mengalihkan pandangan matanya ke arah kanan. Apesnya, Yunho melihat
pemandangan yang sama-sama membuat ususnya melilit bak tali simpul.
"Ini lagi, bocah ingusan
ketularan virus kasmaran. Aduh... duh..." Yunho mengelus-ngelus dadanya.
Yunho mangkel karena cuma dirinya yang kedapetan peran sial melulu. Gimana
nggak? Tiffany jelas-jelas nolak dirinya dan lebih memilih si Jaejoong. 'Kurang
apa coba? Ganteng... pastilah, dance... oke, suara... rapper gitu
lho!' batin Yunho nelangsa. Yunho makin mengerucutkan bibirnya setiap menangkap
gerak-gerik Changmin yang nggak bisa diam memutar balikkan ponsel hapticnya.
Si magnae imut itu pasti tengah melihat-lihat koleksi foto Jessica.
"Makanan malam siap!"
teriak Jaejoong tak mempan membuyarkan lamunan ketiga namja yang tengah
sibuk dengan hayalan mereka masing-masing. Jaejoong seakan sudah kebal dengan
peringai aneh bin ajaib dongsaeng-dongsaengnya tersebut. Tanpa perlu
susah payah nyewa ayam kokok tetangga, bau harum spaghetti ampuh
menyeret mereka ke dunia nyata. Mereka beranjak berdiri dan langsung menuju
meja makan.
"Wiw... makan-makan! Aku jatah
tiga porsi yak!" pinta Changmin antusias. Ponsel hapticnya langsung
diselipkan di saku celananya. Itulah Changmin, kalau sudah menyangkut makanan,
ia bakal lupa segalanya.
"Isi perutmu apa sih? Makan
rakus tapi badan tetep kurus, heran aku," tanya Yunho dengan muka paling
aneh alias penasaran.
"Paling-paling juga
cacing-cacing gajah yang ngontrak di usus si Changmin, mengkorupsi seluruh
nutrisi yang telah dicerna di lambung karetnya," jawab Yoochun ngaco.
Changmin hanya ngah-ngeh dengan
pendapat para hyungnya. Ia langsung menyambar sumpit dan siap menyapit spaghetti
yang sejak tadi memanggil jiwa laparnya.
'Plak!' Jaejoong menampar tangan
Changmin. "Tunggu Junsu dulu," peringat Jaejoong.
"Ne...," jawab
Changmin cemberut. Bersabar dengan makanan adalah hal yang paling paling ia
benci di dunia.
Mereka berempat menunggu kedatangan
si Junsu yang sembari tadi menghilang entah kemana. Untuk meredam gertakan gigi
yang sudah tak sabar menggilas makanan, Changmin menyibukkan mulutnya dengan
mengigit-gigit ujung sumpit. Sementara itu, Jaejoong sibuk diajak ngobrol dengan
Yunho. Sedangkan Yoochun berasa jadi orang paling kesepian di dunia, hanya bisa
menempelkan dagunya di permukaan meja.
Tik… tok…
Tiga menit berlalu...
Yunho mulai bosan ngobrol dengan
Jaejoong.
Tik… tok… tik…
Lima menit berlalu...
Dagu Yoochun mati rasa.
Tik… tok… tik… tok…
Delapan menit berlalu...
Salah satu sumpit Changmin patah.
Tik… tok… tik… tok… tik… ?
Sepuluh menit berlalu...
Spaghetti sudah tidak mengepul lagi alias dingin.
Tik… tok… tik… tok… tik… tok… ? !
Saat emosi hampir meledak datanglah
Junsu dengan muka innocentnya.
"Mianhae, aku datang
terlambat. Wah, kalian menungguku ya?" kata Junsu. Ia segera duduk
diantara Yoochun dan Changmin. Setelah mendaratkan pantatnya di kursi,
tiba-tiba hawa membunuh menyelubungi dirinya. Ditatapnya Yoochun yang mungkin
dagunya sudah datar dan nempel dengan sempurna, lalu Changmin yang sedang
mengkikir gigi taringnya, berusaha mematahkan ujung sumpit satunya, kemudian
Yunho dan Jaejoong yang menatapnya tajam.
"Kalian kenapa sih?" tanya
Junsu heran. Merinding juga dengan suasana tak lazim seperti itu.
"Jangan dipikirkan. Ayo
makan," ajak Jaejoong.
Bak mendengar pengumuman obral harga
makanan murah meriah, Changmin langsung memutahkan sumpit yang baru saja ia
berhasil patahkan. Mengantinya dengan mengambil sumpit yang baru. Tanpa
ba-bi-bu Changmin segera mencaplok spaghetti di hadapannya dan tidak
berkomentar apa pun. Demikian Yunho dan Yoochun, mereka juga mengikuti jejak dongsaengnya
yang seperti orang busung lapar. Junsu yang masih heran, akhirnya ikut makan
juga. Sementara Jaejoong menyeringai ringan karenan masakannya dimakan juga.
"Junsu, kau dari mana saja
tadi?" tanya Jaejoong. Setelah bertanya, ia menghisap seutas pasta
berlamur saos tomat dengan butiran keju yang menempel.
"Mwo? Oh itu...,"
Junsu berhenti sejenak untuk menyesap minuman bersoda yang buihnya sudah tidak
banyak lagi. "Aku habis terapi mengeluarkan racun."
"Racun? Maksudmu?" tanya
Jaejoong tak mengerti. Kini ia menyapit bongkahan kecil daging cincang dan
memasukkannya ke rongga mulutnya. Mengunyahnya perlahan sambil menunggu jawaban
dari Junsu.
"Yah... tadi perutku mules
banget. Ternyata oh ternyata aku diare, sudah gitu lembek-lembek basah lagi,
bagusnya aku tidak perlu susah payah mengenjan. Tapi aku harus bolak-balik ke
toilet sampai tiga kali. Ini semua gara-gara kembang gula yang aku makan saat
syuting iklan ponsel haptic. Mianhae hyung, aku
menghabiskan seluruh gulungan tisu toilet," jelas Junsu.
Alhasil, Jaejoong, Yunho, Yoochun
dan Changmin terdiam mematung. Mereka berhenti mengerakkan rahangnya.
"Oh ya... pengharum toilet
sudah habis. Jadi jangan tanya tentang baunya, aku saja tidak tahan,"
tambah Junsu.
Yunho sudah jengah, langsung
mengebrak meja makan. "Junsu...! Kenapa kau menceritakan hal seperti itu
ketika kita sedang makan, hah!" bentak Yunho sambil mengacungkan sumpitnya
ke arah Junsu.
"Lha aku kan aku cuma menjawab
pertanyaan Jaejoong hyung apa adanya," timpal Junsu santai.
'Sret!' kursi Changmin digeser ke
belakang. Ia beranjak berdiri lalu berkata, "Sepertinya aku harus
diet." Changmin lalu beringsut menjauh dari meja makan menuju kamarnya.
"Changmin diet? Tidak mungkin,
apa aku bermimpi ya?" Junsu mencubit pipinya tapi ia sadar bahwa ia tidak
sedang bermimpi.
"Jujur ancur!" teriak
Yoochun kesal. Ia juga ikut-ikutan kehilangan selera makan dan lebih memilih
untuk tidur saja.
Yunho ikutan mengekor dibelakang
Yoochun sedangkan Junsu hanya bisa plonga-plongo seperti kerbau dungu.
Sementara itu, Jaejoong menatap
piring-piring yang masih menampung setengah porsi spaghetti dengan
pandangan nanar. 'Masakannya nggak laku' Hal yang paling ia takuti
selama ini, terjadi di detik itu juga. Dengan gontai, Jaejoong mulai
membereskan permukaan meja makan.
"Tunggu dulu hyung, aku
masih mau makan," protes Junsu.
"Aku baru ingat, spaghetti
ini sudah kadarluarsa. Kalau kau memakannya, penyakit diaremu bakal kambuh
lagi," bohong Jaejoong. Ia juga sudah tidak mau berlama-lama di area meja
makan. Ia ingin segera melepaskan stresnya karena masakannya mubasir dengan
bermain bersama Jiji.
"Gurae?" Tanpa
menaruh curiga, Junsu segera menyodorkan piringnya ke arah Jaejoong.
Yah... akhirnya mereka bubar
formasi.
~oOOoOOOoOOo~
Pagi hari nan cerah dengan kicauan
burung yang saling bersahutan.
"Hihi...," tawa Changmin.
Ia sedang menatap ponsel hapticnya dengan bergairah. Semua personil Dong
Bang Shin Ki baru saja selesai sarapan dan sepertinya kejadian tadi malam tidak
membuat mereka trauma. Kini mereka berkumpul bersama di ruang tengah.
"Nonton apa?" tanya Yunho.
Ia mendekati Changmin dan duduk disebelahnya.
"Video iklan ponsel haptic,"
jawab Changmin singkat.
"Wah... wah aku ikutan
nonton!" Yoochun segera mengeser Changmin agar bisa duduk di sebelahnya.
Jaejoong tidak minat ikutan nonton.
Ia terlalu asyik memakaikan kostum gothic ke tubuh mungil Jiji. Setelah
terasa sempurna, Jejoong mengeluarkan ponsel hapticnya dan memotret
Jiji. Seakan sudah menjadi rutinitas Jaejoong mengupload foto hasil bidikannya
ke akun twitternya. Jangan ditanya akan ada berapa komentar yang bakal
mencuat.
Sementara itu Junsu sedang melakukan
push up. Ia hanya menggunakan singlet warna putih yang sudah
pasti mencetak tubuh kekarnya.
Changmin segera mengrepeat video
yang ada di ponselnya. Menonton ulang iklan ponsel hapticdimana seluruh
personil Dong Bang Shin Ki beradu akting dengan tiga personil Girl's Generation
: Yoona, Jessica dan Tiffany.
Episode pertama mengkisahkan
Jaejoong bersama Yunho sedang bermain billiard, sepertinya ada sesuatu
hal yang membuat mereka tidak akrab. Lalu tanpa diundang, datanglah Tiffany
dengan ponsel hapticnya. Melihat ponsel milik Tiffany, Yunho langsung
keluar sifat 'desa'nya. Karena haptic berarti touch, maka Yunho
mengeliat-liat berusaha menyentuh Tiffany. Sayangnya Tiffany ogah disentuh oleh
Yunho.
Jaejoong juga tak mau ketinggalan,
ia berteriak memanggil Tiffany dengan suara merdunya. Tapi kali ini beda,
Tiffany merespon layaknya haptic: trembling and shaking. Yunho
tidak terima, ia memisahkan Jaejoong dari Tiffany dan berusaha mencium Tiffany
dalam waktu 6 detik! Tapi Jaejoong bertindak cepat, ia mendorong Yunho dengan
tongkat billiard. Setelah itu muncul ide cermelang dibenak Jaejoong.
Cara satu-satunya memisahkan Yunho dari Tiffany adalah membuatnya sibuk, lalu
Jaejoong berkata pada Yunho bahwa Tiffany ingin melihat dirinya ngedance.
Yunho langsung berbinar-binar, ia meminjam ponsel Tiffany untuk memplaying
sebuang lagu lalu ngedance layaknya ubur-ubur di bikini bottom.
"Ahahahay... lihat Yunho! Ia
ngedance sendirian kayak orang sarap!" tawa Yoochun meledak.
Malang sekali nasih Yunho, saat ia
sibuk ngedance ternyata Tiffany kabur bersama Jaejoong.
"Argh... so what!"
acuh Yunho.
Lalu datanglah Junsu yang heran
melihat Yunho ngedance sendirian. Yunho yang baru saja tahu bahwa
dirinya ditinggal oleh Tiffany, langsung pasang muka kelabakan. Alih-alih ambil
langkah seribu meninggalkan Junsu dengan meletakkan ponsel Tiffany di meja.
"Lihat ekspresinya saat
dipergoki sama Junsu hyung, haha bikin ngakak!" tambah Changmin.
Untunglah episode pertama selesai
dan berganti ke episode kedua, sehingga Yunho mendapat ide untuk mengalihkan
pembicaraan. "Lihat si Jaejoong! Ia seperti sedang sembelit, hahaha!"
Orang yang diomongin Yunho malah
sedang asyik melihat komentar tentang foto Jiji di twitternya. Begini nie
enaknya jadi kucing penyanyi terkenal.
Episode kedua menceritakan Jaejong
yang terburu-buru menuju lift. Dibelakangnya ada pengawal setianya,
yaitu: Yoochun dan Changmin.
"Haha, aku sampai menepuk-nepuk
pantatnya yang sedang sekarat... Ya ampun, wajah kagetmu sangat aneh
Changmin!" Yoochun menunjuk-nujuk wajah Changmin yang memang sangat aneh.
Setelah pintu lift terbuka,
ternyata ada Yoona, Jessica dan Tiffany yang narsis di kamera CCTV. Mereka
berenam saling bertukar sapa. Saat pintu lift mulai tertutup, tiba-tiba
menyembul sebuah tangan yang misterius.
"Huh... eh... tangan siapa itu
yang kecapit pintu lift?" tanya Changmin.
"Tangan siapa lagi kalau bukan
si blo'on... Eh liyat tampang o'onnya ntu!" ledek Yoochun.
Ternyata itu adalah tangan Yunho. Ia
masuk ke lift dengan tampang kaget yang sangat ganjil.
Yunho merasa martabatnya turun
langsung memasang muka paling kecut, capek juga mendapat peran yang kenal sial
terus.
Namun lift yang mereka naiki
mengalami sedikit masalah, lift pun bergoncang agak keras.
"Argh... Jaejoong hyung
nyenggol Jessica!" protes Changmin.
Karena goncangan tersebut, membuat
Jaejoong sempat bertabrakan dengan Jessica. Mereka pun segera berpisah, namun
goncangan sekunder terjadi lagi dan diperparah dengan lampu lift yang
padam. Ketiga yeoja itu dengan centilnya meringkuk dan berteriak
ketakutan. Yunho yang berlagak pahlawan menghidupkan ponsel hapticnya,
yah… setidaknya dapat menerangi ruangan sempit yang gelap itu. Ajaibnya, rasa
takut berubah menjadi keingintahuan, mereka terkagum-kagum dengan ponsel Yunho.
Changmin dengan lancarnya mempromosikan ponsel Yunho layaknya sales
promotion boy dan tiba-tiba Jaejoong merangkul Changmin dari belakang
karena Changmin bergurau sangat lucu.
"Hayah... Daripada Jaejoong
meluk dirimu. Sejak kapan YunJae jadi JaeMin? YunJae shipper pasti pada
ngamuk," timpal Yoochun.
"Daripada dipeluk Jejoong
mending meluk Tiffany saja, haha!" Semangat Yunho bangkit dari
keterpurukan seketika.
Tiba-tiba Yunho memeluk Tiffany dan
dengan cepat Tiffany memukul Yunho.
"Meluk sebentar langsung
dipukulin kok bangga. Haha julukan Yunho hyung sebagai penakluk wanita
runtuh!" bantah Changmin.
Yunho langsung anjlok depresi.
"Haha, lihat! Aku merayu
Yoona!" teriak Yoochun semangat.
"Bagusan aku, Jessica sampai
ngrengek-ngrengek minta beli'in ponsel haptic, haha!" pamer
Changmin.
Kehebohan mereka bertambah ketika
menyadari bahwa mereka terkunci di lift. Dengan paniknya mereka
mendobrak-dobrak pintu lift dan berteriak sekecang-kecangnya. Tanpa
terduga dari sisi luar pintu lift, muncul Junsu yang bersenandung merdu.
Kemudian dipencetnya tombol lift.
"Duh si penganggu datang, lihat
tampang sok polosnya itu," kata Yunho.
Pintu lift terbuka kontan membuat
Junsu tersentak. Bagaimana tidak? Posisi mereka di hadapan Junsu memang
mengundang presepsi asas tak terduga. Junsu yang pikiranannya sedang kacau
langsung salang tingkah dan kabur menuju ruang manajer.
"Dasar Junsu kolot, pakai
ngancam lapor ke manajer lagi!" kesal Yoochun.
"Nggak seneng apa lihat orang
sedang bermesraan, huffh!" Changmin menghela nafas.
Junsu yang diprotes tetap enjoy dengan
latihan fisiknya. Pantas saja otot lengannya 'wah!' ditambah ia tidak merasa
bahwa dirinya sedang dibicirakan.
Berlanjut ke episode tiga. Yoochun
sedang berlari sambil bervideo calling dengan Yoona, ia tergesa-gesa
menyusul Yoona yang sudah sampai di taman bermain, tempat yang mereka janjikan.
Ternyata, Yunho dan Jessica berada pada satu kawasan, hanya berbeda wahana
saja, mereka sedang bermain game pukul tikus tanah. Yunho yang masih
jengkel mendesak Tiffany, agar ia mau memberitahu dimana ia dan Jaejoong berada
ketika mereka kabur meninggalkannya saat itu. Sayangnya Tiffany tidak mau
memberitahu Yunho. Di lain tempat, Yoochun akhirnya sampai juga di tempat
tujuan dan mengagetkan Yoona.
"Ahay, aku menyentuh pipi dan
merangkul Yoona!" histeris Yoochun. "Akh, tapi kenapa Yoona
mengajakku naik bianglala? Aku kan takut ketinggian!"
"Dasar namja cemen," ledek
Yunho.
Kembali ke adegan sebelumnya, Yunho
kehabisan kesabaran, ia membentak Tiffany agar jujur padanya. Tiffany malah
memukul dan menyuruh Yunho agar mengecilkan volume suaranya karena di sana
begitu banyak orang. Tiba-tiba ponsel Tiffany berdering, ternyata sms dari
jaejoong! Tiffany kegirangan lalu menyuruh Yunho untuk memamerkan bakatnya
bermain dengan dua tongkat pemukul sekaligus. Yunho pun langsung unjuk
kebolehan, tapi saat ia menoleh kebelakang, lagi-lagi Tiffany kabur darinya.
"Yey, daripada dirimu! Ditipu
terus ditinggal Tiffani," balas Yoochun telak. "Percuma muka
ditutupi, nggak bakalan bisa menutupi muka blo'onmu."
Yunho kedepak semakin dalam ke
lumpur depresi.
Bertolak belakang dengan Yunho,
nasib Changmin lebih beruntung.
"Yuhu... Aku duduk mesra
bersama Jessica di atas motor." Changmin senyum-senyum gaje.
"Dasar bocah, eh liyat tampang phobia
ketinggian Yoochun. Jelek banget!" Akhirnya Yunho bisa membalas depakan
Yoochun.
"Biarin, yang penting bisa
tidur sejenak di pundak Yoona, hoho," jawab Yoochun.
"Lebih mesra aku, weks!"
banding Changmin. Ia juga sempat memanjakan kepalanya di pundak Jessica.
Yunho yang tak punya pasangan hanya
bisa mengelus dada.
"Woah, aku berhasil mengombal
pada Yoona. Ia terpikat oleh kharismaku," puji Yoochun pada dirinya
sendiri.
"Terus ujung-ujungnya cuma
mbahas haptic, apa-apan tuch!" elak Yunho.
Yoochun mengembungkan pipinya
jengkel.
Saat Changmin sedang bermesraan
dengan Jessica, tiba-tiba mucul seorang fans Changmin bersama kekasihnya
yang mengaku mirip dengan Changmin. Sang yeoja mengejar dan Changmin menyeret
Jessica kabur.
"Duh, ada paman yang mengaku
mirip denganku. Masa aku setua itu, ikh!" protes Changmin. Tapi protesnya
langsung terhenti, "Uwah, kita ketahuan oleh Junsu hyung!"
Takdir mempertemukan mereka semua di
salah satu sisi taman hiburan. Dengan sedikit gerimis, mereka memakai payung
berwarna-warni yang apik.
"Yah... nggak asik, udah gitu
aku ketemu Jaejoong bareng Tiffani lagi!" cemburu Yunho.
"Haha derita loe! Eh lihat
tingkah si Junsu, heboh banget. Sudah membanting payung sampai ancur ditambah
motret-motret kita ngancam mau diupload segala. Nggak mutu!" cerca
Yoochun.
"Ne! Yah tamat..."
keluh Changmin.
Yunho akhirnya dapat bernafas
merdeka, ia senang peran sialnya telah berakhir.
"Iklan yang bagus, nggak nyesel
jadi bintang iklannya," kata Yoochun.
"Padahal cuma iklan, kenapa
kalian heboh sampai segitunya?" tanya Jaejoong yang ternyata telah sign
out dari twitternya. "Junsu, kau tidak haus? Mau aku buatkan
jus?"
"Tidak perlu, aku minum air
mineral saja," tolak Junsu halus. Junsu menghentikan aktifitasnya dan
mengelap badanya yang bercucuran keringat dengan handuk yang ia gantungan di
lehernya.
"Huh, Jaejoong! Tiffany itu
milikku!" rengek Yunho.
Jaejoong menoleh ke Yunho sambil
memeluk Jiji yang cute abis dengan kostum gothicnya. "Silahkan
saja, aku sudah klop dengan Jiji," jawab Jaejoong yang sama sekali tak
terduga oleh Yunho.
Yoochun dan Changmin saling
berpandangan. Mereka berkutat dengan pikirannya masing-masing.
"Jaejoong hyung terlalu jual
mahal! Ya sudah, Yunho hyung kalau mau sama Jessica nggak papa. Aku
serahkan dengan senang hati," tawar Changmin.
"Kalau mau sama Yoona juga aku
tidak keberatan . Aku kasihan padamu yang nggak laku," bujuk Yoochun tak
mau kalah dengan Changmin.
"Aku juga nggak bakal laporin
ke manajer atau mengupload foto-fotomu, tenang saja, kita teman
kan?" tambah Junsu.
Yunho melonggo heran. "Kenapa
semuanya diserahkan padaku? Emang aku pengemis apa?"
Jaejoong mengakat Jiji tepat di
depan mukanya lalu bertanya, "Kesimpulannya?" Kemudian Jaejoong
menautkan hidungnya dengan hidung Jiji.
"Aku tolak semua! Mending jomblo
aja! Sudahlah jangan dibahas lagi!" bentak Yunho emosi.
Akhirnya perdebatan tak bermakna itu
berakhir juga. Sejak saat itu mereka tak pernah menyinggung masalah video iklan
tersebut lagi. Changmin sudah mendelete video itu dan segala unsur foto
Jessica dari ponselnya. Demikian Yoochun, sudah tidak ada lagi wallpaper
Yoona di layar touch screen ponselnya. Yunho lega karena dirinya tidak
akan menderita karena diejek sebagai namja tidak laku.
THE
END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar