Details
* Title: 내게 거짓말을 해봐 / Naege Geojitmaleul Haebwa
* Also known as: Try Lying to Me
* Previously known as: 달콤한 스캔들 / Sweet Scandal
* Genre: Romance, comedy
* Episodes: 16
* Broadcast network: SBS
* Broadcast period: 2011-May-09 to 2011-Jun-??
* Air time: Monday & Tuesday 21:55
Synopsis
Gong Ah Jung, a level 5 Ministry of Culture official, gets entangled in a web of lies when she mistakenly lies that she's married to Hyun Ki Joon, a hotel manager from an affluent family. Their relationship is further complicated when Ki Joon's ex-fiancée and a close friend of his brother's, Oh Yoon Joo, reappears in his life.
Cast
* Yoon Eun Hye as Gong Ah Jung
* Kang Ji Hwan as Hyun Ki Joon
* Sung Joon as Hyun Sang Hee
* Jo Yoon Hee as Oh Yoon Joo
* Hong Soo Hyun as Yoo So Ran
* Ryu Seung Soo as Chun Jae Bum
* Oh Mi Hee as Hyun Myung Jin
* Kwon Se In as Park Hoon
* Park Ji Yoon as Manager Park
* Kang Shin Il as Gong Joon Ho
* Lee Kyung Jin as Shim Ae Kyung
* Kwon Hae Hyo as Hwang Suk Bong
* Kang Rae Yun as Rae Yeon
* Song Ji Eun as Ji Eun
* Kim Bo Yun (김보연) as Bo Yeon
* Jang Woo Young (장우영) as Kim Yeon Nim
* Kim Gyu Jin as Gyu Jin
* Ahn Jung Hoon as Manager Ahn
* Park Hyo Joon as Hyo Joon
* Ja Doo (자두) as Ja Doo
* Min Joon Hyun as journalist
* Danny Ahn as Ki Joon's friend (cameo)
* Choi Yoon So as arranged marriage partner (cameo)
Production Credits
* Chief Producer: Jo Nam Kook
* Producer: Jo Sung Won (조성원)
* Director: Kim Soo Ryong, Kwon Hyuk Chan
* Screenwriter: Kim Ye Ri (김예리)
source: http://wiki.d-addicts.com
Sinopsis Lie to Me Episode 2
Berita
bahwa Ki Joon sudah menikah itu menyebar dengan cepat di kalangan
staff Hotel dan tentunya berita ini membuat para staff wanita di Hotel
merasa patah hati. Bahkan ada seorang koki wanita yang pingsan saat
mendengar kabar bahwa Ki Joon sudah menikah.
Staff Hotel : Kau sudah dengar kabar bahwa Direktur Kita sudah menikah?
Petugas
resepsionis juga ikut membicarakan rumor Ki Joon yang sudah menikah.
Petugas A bertanya-tanya, "Mengapa selama ini dia merahasiakan
pernikahannya?" Petugas B menjawab, "Mungkin karena Kepala Direktur(Bibi
Ki Joon) menentang pernikahannya itu. Pertunangannya yang terdahulu
juga gagal dikarenakan Kepala Direktur." Petugas A mengangguk-anggukan
kepala mengerti. Saat kedua petugas resepsionis itu mau masuk kedalam
Lift, tiba-tiba saja yang keluar dari dalam lift itu adalah Ki Joon,
otomatis kedua petugas resepsionis itu terkejut dan membungkukan kepala
memberikan salam pada Ki Joon. Ki Joon belum tau bahwa berita itu sudah
tersebar luas sehingga dia tidak begitu menanggapinya.
Ki
Joon masuk kedalam ruangannya dan Park Hoon mengikutinya dari
belakang. Ki Joon bertanya, "Apakah kau mendengar rumor yang beredar
mengenai aku?" Park Hon balas bertanya, "Apakah rumor mengenai
pernikahanmu itu?" Ki Joon terkejut mendengarnya, "Kau bahkan
mendengarnya juga? Siapa sebenarnya yang menyebarkan rumor itu?" Park
Hoon tidak menjawab dan dia justru menatap Ki Joon dengan tatapan penuh
selidik, "Kau tidak benar-benar menikah kan? Hmm Mungkin kau menikah
tanpa sepengetahuanku." Ki Joon kesal, "YA PARK HOON!! Aku tidak
menikah!" Park Hoon tersenyum, "Mengapa kau tiba-tiba naik darah
begitu? Tapi jika aku menjadi kau juga ini terasa tidak masuk akal." Ki
Joon kesal, "Aku memiliki istri tanpa aku ketahui siapa istriku itu."
Park Hoon bertanya, "Apakah kau penasaran? Apakah mungkin gadis itu?"
Ki Joon terkejut, "Apakah ada yang mengatakan bahwa dia menikah
denganku?" Park Hoon menganggukan kepalanya dan masih tetap tersenyum
menggoda Ki Joon. Ki Joon kesal dan memukul meja, "Siapa sebenarnya
orang itu??" Park Hoon menjawab, "Percayakan padaku, aku akan menangani
masalah ini." Saat Park Hoon akan pergi, Ki Joon tiba-tiba menahannya,
"Tunggu sebentar..."
Ah
Jung berjalan ke arah kantornya dengan lesu, "Huh aku sedang tidak
ingin bekerja!" Terlihat ada mobil yang berhenti di dekat Ah Jung dan
turunlah Ki Joondari mobil itu. Ah Jung tersentak kaget melihat Ki Joon,
"Hyun Ki Joon?" Ki Joon menghampiri Ah Jung dan bertanya, "Apa kau ini
istriku?" Ah Jung bingung dengan pertanyaan Ki Joon itu.
Ah
Jung dan Ki Joon pun pergi ke sebuah cafe untuk membicarakan rumor
yang beredar mengenai mereka berdua. Ah Jung justru tertawa saat
mendengar rumor bahwa dia menikah dengan Ki Joon. Ki Joon kesal dan
bertanya, "Huh apa kau pikir hal ini sangat lucu? YA! Gong Ah Jung!" Ah
Jung pun berhenti tertawa dan bertanya, "Kau mengapa begitu serius?
Ini hanya lelucon saja. Siapa yang menyebarkan itu? Benar-benar
menggelikan." Ki Joon terus menatap Ah Jung dengan tajam dan Ah Jung
pun bertanya kesal, "Kau tidak berfikir bahwa aku yang menyebarkan
rumor ini kan? Itu Bukan aku!" Ki Joon tetap memandang tajam pada Ah
Jung, "Ini adalah rencanamu sejak awal kan? Saat kedatanganmu untuk
mengembalikan uang itu terasa ganjil. Apa kau juga berpura-pura terkena
racun alkohon huh?" Ah Jung kesal, "Hey Direktur Hyun Ki Joon!
Walaupun ini terdengar memalukan karena dikatakan oleh diriku sendiri,
tapi aku ini cukup populer. Apa alasanku untuk mengedarkan rumor itu?"
Ki
Joon berkata, "Jika kau tidak menyelesaikannya maka aku akan
menuntutmu. Aku akan menuntutmu atas kasus memfitnah!" Ah Jung kaget,
"Menikah denganku itu merusak reputasimu?" Ki Joon berkomentar, "Itu
bukanlah masalah yang penting!" Ah Jung berkata dengan cepat, "Itu
sangat penting bagiku! Apa kau punya bukti bahwa aku lah yang
menyebarkan rumor itu? Jika kau memilikinya maka perlihatkan padaku." Ki
Joon terdiam karena memang dia tidak memiliki bukti sama sekali. Ah
Jung tersenyum menang, "Kau menyelidiki tanpa bukti." Ki Joon bersikukuh
bahwa Ah Jung bersalah, "Aku sudah katakan padamu bahwa aku tidak akan
tinggal diam! Aku akan mengambil tindakan hukum." Ah Jung berkomentar,
"Aku pikir kau lah yang memulai menyebarkan rumor ini." Ki Joon marah
dan membentak, "Apa kau sudah selesai berbicara hah??"
Rekan-rekan
Ah Jung datang ke cafe yang sama dengan yang didatangi oleh Ah Jung
dan Ki Joon. Mereka pun terkejut saat melihat Ah Jung sedang duduk
dengan wajah serius bersama seorang laki-laki(Ki Joon) dan mereka pun
memutuskan untuk mencuri dengar pembicaraan yang sedang dibicarakan oleh
Ah Jung itu. Ki Joon melihat rekan-rekan Ah Jung yang sedang mengintip
dan dia pun mengicilkan suaranya saat berbicara dengan Ah Jung,
"Dengarkan baik-baik! Aku memberi pilihan padamu untuk menjelaskannya
sendiri! Jadi persiapkanlah dirimu baik-baik di pengadilan" Ah Jung
tersenyum sinis, "Kau lah yang lebih baik bersiap-siap untuk
mengumpulkan bukti!" Ki Joon pun pergi meninggalkan cafe itu dengan
cepat.
Setelah
Ki Joon pergi, rekan-rekan Ah Jung pun menghampiri Ah Jung dan
bertanya, "Ya! Siapa itu?" Ah Jung menjawab asal, "Pengikutku!"
Ki
Joon keluar dari cafe itu dengan penuh kekesalan. Park Hoon yang sudah
menunggu di luar cafe pun langsung menghampiri Ki Joon, "Bagaimana?
Apa dia mengakuinya?" Ki Joon menjawab, "Penjahat itu mengatakan bahwa
aku lah penjahatnya! Dia bilang bahwa aku lah yang menyebarkan rumor
itu!" Park Hoon berkomentar, "Aku kan sudah katakan padamu agar aku
saja yang mengaturnya." Ki Joon kesal, "Carikan pengacara untukku. Yang
terbaik!" Park Hoon bertanya, "Untuk apa?" Ki Joon menatapnya tajam
dan Park Hoon pun berkata, "Ah Tidak. Silahkan masuk ke mobil."
Park
Hoon datang ke kantor pengacara. Di kantor pengacara itu terlihat
sedang ada masalah karena ada seorang wanita tua yang memukuli pengacara
yang gagal membuatnya memenangkan kasus. Park Hoon hanya melihat
kejadian itu dari arah belakang kerumunan orang-orang. Jae Bum yang
seorang pengacara juga ada di kantor itu dan dia melihat Park Hoon. Jae
Bum bertanya, "Yang kau butuhkan adalah seorang pengacara? Hmm aku
pengacara." Park Hoon melihat penampilan Jae Bum dari atas sampai bawah
dan dia pun akhirnya setuju.
Park
Hoon masuk kedalam ruangan Jae Bum. Jae Bum bertanya, "Jadi apa
masalahnya? Perceraian?" Park Hoon meneliti rungan Jae Bum itu dan Jae
Bum berkata, "Jangan khawatir. Cukup katakan saja padaku." Park Hoon
berkomentar, "Sebenarnya ini belum pasti juga. Yang aku maksud itu...
Hmm ini bukan tentang diriku, tapi temanku. Hmm temanku ini bertemu
dengan seorang wanita yang menyebarkan rumor dengan mengatakan bahwa
wanita itu telah menikah dengan temanku. Apa cara terbaik untuk
menyelesaikan masalah ini?" Jae Bum berkomentar, "Wanita itu benar-benar
gila. Mengapa bukan temanmu yang datang kemari?" Park Hoon menjawab,
"Itu karena dia sibuk." Jae Bum mengerti dan kemudian meminta Park Hoon
untuk menceritakan kasus ini lebih detail.
Jae
Bum dan Park Hoon pun keluar dari ruangan Jae Bum. Jae Bum berkata,
"Tolong katakan pada temanmu itu jika dia mau membawa kasus ini ke
pengadilan maka cari saja aku." Saat Park Hoon akan pergi, Jae Bum
menahannya dan berkata, "Sepertinya kau harus menambah biaya konsultasi
karena waktu konsultasinya ini terlalu lebih 18 menit." Park Hoon
terdiam, "Hah? 18 menit? Ah baiklah." Park Hoon memberikan salam lalu
dia pergi meninggalkan ruangan Jae Bum.
Setelah
Park Hoon pergi, datanglah So Ran sambil marah-marah pada Jae Bum,
"Sayang!! Apakah kau begitu sibuk hingga tidak menjemputku?" Jae Bum
panik dan segera membawa koper yang di bawa oleh So Ran, "Maafkan aku.
Aku sungguh ingin menjemputmu tadi." So Ran marah, "Apakah otakmu itu
bahkan tidak bisa mengingat hal kecil itu hah??" Jae Bum menjawab,
"Sejujurnya tadi aku ada klien. Apakah kau tidak lihat ada seseorang
yang keluar dari ruanganku huh? Aku bahkan tidak makan siang itu karena
aku bekerja tanpa henti." So Ran bertanya, "Kasus apa yang sedang
ditangani?? Katakan padaku." Jae Bum berkata, "Ah itu... Bagaimana
mungkin aku menceritakan kasus klienku pada orang lain?" So Ran kembali
marah, "Tidak ada rahasia diantara pasangan itu!!!" Jae Bum
kebingungan, "Aku tidak bisa mengatakannya. Ini adalah kode etik
seorang pengacara." So Ran membentak dan akhirnya Jae Bum pun buka
mulut, "Ya mengenai seorang wanita yang menyebarkan rumor telah menikah
dengan klienku." So Ran berkomentar, "Huh apa bagusnya dengan
mengatakan telah menikah?"
Ki
Joon dan Park Hoon keluar dari dalam lift dan menuju ke Lobby Hotel.
Para staff terlihat terkejut saat melihat kedatangan Ki Joon ke lobby
hotel. Ki Joon berhenti di tengah lobby dan berkata dengan keras
sehingga para staff hotel pun dapat mendengarnya, "Aku tidak tau mengapa
ada rumor seperti itu! Aku akan menemukan siapa yang telah menyebarkan
rumor tersebut dan jika ketemu, maka aku akan segera mengambil
tindakan hukum!" Para staff hanya terdiam dan pura-pura sibuk dengan
pekerjaan mereka masing-masing. Ki Joon bertanya, "Mengapa tidak ada
yang berkomentar?" Park Hoon menjawab, "Ini adalah masalah yang
membutuhkan waktu, bukan masalah yang dapat selesai dengan cepat." Ki
Joon berfikir sesaat, "Sepertinya memang memerlukan waktu. Jadi kalian
sebaiknya mencari clue siapa wanita yang telah menyebarkan rumor itu."
Park
Hoon bertanya, "Apakah kau akan membawa kasus ini ke pengadilan?" Ki
Joon menjawab, "Tentu saja." Park Hoon dengan cepat berkata, "Kau tidak
bisa melakukannya! Maksudku... Kau tidak boleh terlaru keras pada
wanita itu."Ki Joon kesal, "DIAM!" Para staff pun kaget mendengar
bentakan Ki Joon. Ki Joon lalu menarik Park Hoon ke daerah yang lebih
sunyi namun para staff tetap bisa mendengar pembicaraan Park Hoon dan
Ki Joon. Ki Joon bertanya, "Apa maksudmu itu?" Park Hoon menjawab,
"Apakah kau tidak berfikir untuk berbicara baik-baik dari pada langsung
membawanya ke pengadilan?" Ki Joon berkomentar, "Aku juga ingin
seperti itu namun wanita itu sungguh keras kepala!"
Park
Hoon bertanya, "Kau pikir orang-orang akan lebih percaya pada siapa?"
Ki Joon dengan cepat menjawab, "Tentu saja orang-orang akan percaya
padaku." Para staff hotel yang mendengar itu langsung menggelengkan
kepala tanda mereka tidak percaya pada Ki Joon dan sepertinya Park Hoon
juga tidak percaya pada Ki Joon. Ki Joon yang melihat mimik Park Hoon
pun bertanya, "Apakah kau pikir bahwa orang-orang akan lebih percaya
pada wanita itu?" Para Staff dengan cepat menganggukan kepalanya. Park
Hoon berkomentar, "Bagaimana mungkin ada asap tanpa api? Orang-orang
akan berfikir bahwa kalian ini tidak ada hubungan jika wanita itu yang
mengatakan. Mengapa kau tidak....." Ucapan Park Hoon di potong secara
tiba-tiba oleh Ki Joon, "Kau lakukan saja yang aku pinta untuk
menghubungi pengacara!"
Ada
seorang laki-laki yang berjalan menuruni tangga dan laki-laki itu
adalah temannya Ki Joon. Teman Ki Joon pun menyapa Ki Joon, "Hey Hyun Ki
Joon! Kau tidak lupa bahwa minggu ini kita ada pesta kan? Jangan
katakan bahwa kau terlalu sibuk!" Ki Joon menjawab, "Aku akan datang."
Teman Ki Joon itu lalu berkata, "Ah dan pastikan kau membawa istrimu.
Semuanya juga sudah tau bahwa kau sudah menikah." Ki Joon kaget, "Apa?
Itu tidak benar! Ini semua hanya rumor saja!!" Teman Ki Joon berkata,
"Ya ya ya aku tau. Kau menutupunya karena Bibi-mu tidak menyetujuinya
kan? Ah kau tidak perlu menyembunyikannya dari kami. Kami akan selalu
ada di sampingmu. Aku pergi ya." Teman Ki Joon berjalan pergi sambil
berteriak di tengah Lobby Hotel, "Cinta itu selamanya. FIGHTING!!!!" Ki
Joon kesal dan balas berteriak. "Sudah kukatakan itu semua tidak
benar!!!!"
Ki
Joon dan Park Hoon kemudian masuk kedalam lift. Park Hoon berkata,
"Boss..." Ki Joon yang sedang kesal pun berkata pada Park Hoon, "Jangan
katakan apapun!!" Park Hoon pun terdiam mendengar perintah Ki Joon.
Ah
Jung sedang melihat-lihat foto yang diambil saat Festival Kebudayaan
Korea. Tiba-tiba saja pintu ruangan yang sepi itu terbuka lebar dan
datanglah Ki Joon yang langsung menyeret Ah Jung ke ujung ruangan, "Kau
kan yang menyebarkan rumor bahwa Hyun Ki Joon adalah suamimu hah??
Jujurlah padaku! Kau telah merencanakan semuanya kan???" Ah Jung panik
dan berusaha melepaskan dirinya dari Ki Joon, "Aku sudah katakan bukan
aku!! Mengapa kau tetap memaksa?" Ki Joon marah, "Pembohong! Aku akan
membongkar kebohonganmu itu!" Ah Jung lalu berkata, "Bukti!! Apakah kau
ada bukti??? Perlihatkan padaku!!" Ki Joon lalu menunjuk layar
proyektor yang ada di ruangan itu, "Itu buktinya!!"
Di
layar proyektor itu tiba-tiba muncul rekaman saat Ah Jung berada di
salon bersama dengan Jae Bum dan So Ran. Pada saat itu Ah Jung berkata,
"Apakah kalian tidak tau? Aku sudah menikah."
Ah
Jung langsung terbangun dari mimpinya. Ah Jung bertanya-tanya dengan
panik, "Apa karena itu? Tidak... Tidak... Tidak mungkin! Aku tidak
mengatakan siapa yang aku nikahi. Oh benar-benar aku tidak mengatakan
siapa yang aku nikahi!!" Tiba-tiba HP Ah Jung berbunyi dan itu merupakan
telfon dari Ki Joon, "Hallo. Aku Hyun Ki Joon, ayo kita bertemu." Ah
Jung panik dan langsung mematikan HPnya. Ah Jung berkata pada dirinya,
"Bagaimana ini... Hyun Ki Joon akan datang!"
Sementara
itu Ki Joon bingung dengan Ah Jung yang langsung mematikan telfon. Ki
Joon bergumam kesal, "Bagaimana bisa dia mutup telfonku?!" Ki Joon
melihat supirnya yang sedang menyetir dan dia bertanya pada supirnya,
"Hm kau tidak mendengar apa yang katakan kan?" Supir Ki Joon menjawab,
"Tidak dengar." Ki Joon pun langsung bernafas lega.
Ah
Jung pergi ke kamar mandi dan diam di balik bilik kamar mandi. Ah Jung
berkata, "Mengapa harus Hyun Ki Joon?? Mengapa dia??? Mengapa dia
terus menekanku? Harusnya dia memberikan waktu untuk berfikir!!
Tunggu... Apakah dia benar-benar akan datang kemari? Oh Tidak!!" Ah
Jung keluar dari bilik kamar mandi dengan terburu-buru sehingga ia
menabrak salah satu rekan kerjanya. Rekan kerja Ah Jung bertanya, "Apa
kau baik-baik saja?" AH Jung dengan terburu-buru menjawab, "Ah maafkan
aku... maaf..." Ah Jung dengan segera pergi dari kamar mandi dan menuju
lobby kantor.
Di
lobby kantor itu Ah Jung sedang berjalan menuju pintu keluar, namun
langkah Ah Jung itu langsung terhenti karena dia melihat Ki Joon yang
sedang berjalan masuk ke dalam kantornya itu. Ah Jung pun memilih untuk
bersembunyi di balik poster besar yang ada di lobby kantor.
Ki
Joon menghampiri resepsionis yang ada di lobby kantor Ah Jung itu,
"Bisa tolong kau bantu untuk hubungi Nona Ah Jung dari Bagian
Kebudayaan?" Resepsionis itu kemudian menjawab, "Nona Ah Jung sudah
selesai bekerja." Ki Joon bertanya kembali, "Apa dia sudah meninggalkan
kantor?" Resepsionis itu menjawab, "Dia sedang dalam perjalanan turun."
Ki Joon melihat ke arah pintu keluar, "Itu pintu keluarnya kan? Kalau
begitu tidak apa-apa jika aku menunggu di lobby kan?" Resepsinois itu
pun mengangguk sebagai jawaban 'Iya'.
Ah
Jung terlihat begitu panik saat melihat Ki Joon yang menunggu di
tengah lobby. Ah Jung berkata, "Aku tidak bisa diam disini terus. Ayo
berfikir.... berfikir..."
Rencana 1 Ah Jung:
Ah
Jung menatap poster besar yang dijadikan sebagai tempat bersembunyi
dan dia pun mulai bergerak ke arah pintu keluar sambil menutupi
tubuhnya dengan poster besar itu. Terlihat beberapa orang yang
melihatnya dan tertawa, sementara Ki Joon sama sekali tidak menyadari
poster besar yang terus berpindah-pindah itu. Namun Ah Jung menolak
rencana itu karena itu hanya akan membuat dirinya malu di depan
rekan-rekan kerjanya.
Rencana 2 Ah Jung:
Ah
Jung berusaha lari secepat mungkin menuju pintu keluar namun Ah Jung
berhasil ditangkap oleh Ki Joon yang gerakannya lebih cepat dari pada Ah
Jung. Ah Jung berkomentar, "Tidak... Tidak... Aku tidak bisa melakukan
ini karena dia pasti lebih cepat geraknya dari pada aku."
Rencana 3 Ah Jung:
Ah
Jung keluar dari balik poster besar itu sambil berteriak dan menunjuk
Ki Joo, "Lihat laki-laki itu!! Laki-laki itu yang terus menindasku!!"
Teman Ah Jung yang melihat itu berkomentar, "Ah maaf aku tidak memiliki
kekuatan besar untuk melawan pria itu jadi sebaiknya kau melaporkannya
pada polisi saja." Ah Jung membatalkan menggunakan rencana ke 3 karena
teman-temannya itu pasti akan menolak untuk membantu dirinya melawan Ki
Joon.
Ah
Jung kehabisan ide dan terus bersembunyi di balik poster besar itu.
Tiba-tiba ada yang bertanya, "Apa yang sedang kau lakukan?" Ah Jung
terkejut karena ternyata yang bertanya itu adalah Kepala Atasan. Ah Jung
keluar dari persembunyiannya itu dengan ragu-ragu, "Hmm aku dari
bagian kebudayaan sedang mengatasi masalah anak-anak dan sedang membuat
satu project." Kepala Atasan bertanya, "Oh benarkah? Apakah itu ide
yang bagus?" Ah Jung melirik ke arah Ki Joon yang sedang menatap
kearahnya juga dan kemudian Ah Jung berkata pada Kepala Atasan, "Kau
pasti sangat sibuk, bagaimana jika kita membicarakannya sambil berjalan
keluar?" Ah Jung pun berjalan disisi Kepala Atasan menuju pintu keluar
sambil terus membicarakan project yang sedang di rancangnya. Sementara
itu Ki Joon terus melihat ke arah Ah Jung yang berjalan ke pintu
keluar.
Saat
sampai di pintu keluar, Ah Jung langsung masuk kedalam mobil Kepala
Atasan dan meninggalkan Ki Joon yang masih terus menatapnya. Ki Joon
berkomentar, "Hmm sepertinya dia menjalankan tugasnya dengan baik."
Ah
Jung meminta pada supir Kepala Atasan untuk menurunkannya di sebuah
jalan. Kepala Atasan bertanya, "Apakah kau tinggal disini?" Ah Jung
menjawab, "Ah tidak. Aku hanya ingin mampir di rumah kenalanku
sebentar." Kepala Atasan lalu berkomentar, "Ah mengenai ide-mu itu
kurasa itu bukan ide yang buruk. Kau cobalah buat laporan program itu."
Ah Jung tersenyum dan turun dari mobil. Saat mobil kepala Atasan sudah
pergi, Ah Jung berkata, "Apa? Membuat laporan? Aku sudah benar-benar
gila... Bagaimana ini? Aku mendapatkan masalah kembali..."
Ah
Jung berjalan dan mendatangi sebuah cafe. Seorang wanita bernama Shim
Ae Kyung sepertinya sudah mengenai Ah Jung dan dia pun bertanya pada Ah
Jung, "Ada apa?" Ah Jung menjawab lemah, "Huh aku terlalu lelah. Ah
kepalaku sakit..." Ae Kyung pun kemudian pergi berjalan ke arah Dapur
dan meninggalkan Ah Jung.
Suk Bong yang bekerja di cafe itu pun bertanya pada Ae Kyung, "Siapa wanita itu?" Ae Kyung menjawab, "Bukan wanita jahat."
Ah
Jung terus mengomel kesal, "Bagaimana pun kerasnya aku berfikir, aku
masih tidak mengerti mengapa harus Hyun Ki Joon?? walaupun aku ini bukan
apa-apa, namun mengapa harus dengan laki-laki kasar itu?" Omelan Ah
Jung itu membuat Sang Hee yang duduk di sudut cafe itu pun terbangun.
Sang Hee menatap ke arah Ah Jung dan berusaha mengingat-ingat dimana dia
pernah bertemu Ah Jung. Ah Jung juga melihat Sang Hee dan sepertinya
pernah bertemu di suatu tempat. Mereka berdua mulai ingat dan Ah Jung
langsung berkata, "Kau pencuri itu!" Sementara Sang Hee berkata, "Surat
pengunduran diri!" Sang Hee tersenyum dan berkomentar, "Apakah ini
takdir?" Ah Jung kesal mendengarnya.
Ae
Kyung datang menghampiri Ah Jung dan melihat Ah Jung yang sedang
berbicara dengan Sang Hee. Ae Kyung bertanya, "Apakah kalian saling
kenal?" Ah Jung menjawab, "Tidak." Sementara Sang Hee menjawab, "Ya." Ah
Jung menatap Sang Hee dengan kesal dan kemudian berkata pada Ae Kyung,
"Aku mau pergi ke tempat yang tenang, aku pergi." Melihat kepergian Ah
Jung itu, Sang Hee justru tersenyum.
Ah
Jung keluar cafe dan mengomel, "Hari ini mengapa aku mendapatkan
banyak kesialan??" Sang hee berlari menghampiri Ah Jung sambil terus
tersenyum, "Hey takdirku ayo jalan bersama." Ah Jung kesal, "Jangan
membicarakan masalah takdir dengan begitu mudahnya." Sang Hee kemudian
berkata, "Hey bukankah kau seharusnya berterima kasih padaku? Karena aku
lah maka sekarang kau tidak menjadi pengangguran. Jika aku tidak
mengambil surat pengunduran dirimu itu maka kau pati sudah melemparkan
surat itu pada bossmu. Jadi aku ini adalah penyelamatmu kan?" Ah Jung
terlihat tersenyum sekilas, "Huh kau sebaiknya selamatkan saja hidupmu
sendiri." Ah Jung pun berjalan pergi.
Sang
Hee tersenyum dan berkata pada dirinya sendiri, "Hmm jika dia berjalan
pergi maka ini sebuah kebetulan saja, namun jika aku mengejarnya maka
ini lah takdir." Sang Hee kemudian berteriak memanggil Ah Jung, "Gong
Ah Jung!!" Ah Jung yang sedang berjalan pun berhanti berjalan dan
berbalik menatap Sang Hee. Sang Hee kemudian bertanya, "Surat
pengunduran dirimu itu, apa yang harus kulakukan dengan itu?" Ah Jung
terlihat berfikir.
Di
cafe, Ae Kyung terlihat sedang membicarakan Sang Hee bersama dengan
Suk Bong. Ae Kyung bertanya pada Suk Bong, "Apa? Dia sedang di cari
oleh keluarganya?" Suk Bong balas bertanya, "Apakah kau pikir jika
laki-laki itu adalah seniman miskin?" Ae Kyung menjawab, "Aku berfikir
begitu karena aku dengar dia tinggal bersamamu." Suk Bong berkata, "Dia
itu berasal dari keluarga yang jika di sebutkan namanya maka akan
membuat orang-orang kagum." Ae Kyung bertanya, "Lalu mengapa dia tidak
pulang ke rumah? Apakah dia diusir?" Suk Bong menjawab, "Bukan. lebih
tepatnya karena dia terlalu malu untuk kembali." Ae Kyung bingung dan
terus bertanya, "Kenapa? Apa alasannya?" Suk Bong menjawab, "Hmm
rahasia." Ae Kyung kesal mendengar jawaban Suk Bong itu. Suk Bong
bertanya. "Tapi mengapa mereka(Sang Hee dan Ah Jung) bisa saling
kenal?" Ae Kyung menjawab, "Karena sesuatu yang disebut takdir." Suk
Bong tertawa mendengarnya. Ada tamu yang datang ke cafe itu dan Ae
Kyung pergi meninggalkan Suk Bong untuk menghampiri para tamu. Suk Bong
kemudian berkomentar, "Mungkin kita ini juga sebuah takdir..."
Sang
Hee pergi ke sebuah kedai makan bersama dengan Ah Jung. Sang Hee
mengomentari makanan di kedai itu, "Hmm rasa sup di kedai ini tidak
pernah berubah, tetap sama seperti saat aku sering datang kemari bersama
temanku." Ah Jung kemudian berkata, "Surat pengunduran diri itu kau
harus mengembalikannya padaku. Barangku ada di orang yang tidak aku
kenal dan aku merasa tidak nyaman." Sang Hee kemudian tertawa dan
berkata, "Apakah kau bahkan tidak akan menanyakan namaku?" Ah Jung
menjawab, "Kita ini ada di sebuah hubungan yang kurasa tidak perlu
saling bertukar nama." Sang Hee tersenyum, "Hyun Sang Hee. Kau harus
ingat namaku, walaupun kau tidak tertarik untuk tau." Sang Hee kemudian
pergi begitu saja meninggalkan Ah Jung di kedai itu. Ah Jung berkata,
"Hmm Hyun Sang Hee? Mengapa begitu banyak nama marga Hyun? Aish mengapa
harus ada Hyun Ki Joon??"
Ki Joon sedang rapat dengan beberapa penanam saham dan mereka membahas mengenai investasi mereka di China.
Selesai
rapat itu, Ki Joon pergi makan bersama dengan Bibinya. Pada awalnya
mereka berdua membahas masalah bisnis dan Bibi mengharapkan agar Ki Joon
bekerja dengan sangat baik dalam project ini karena ini merupakan
project yang besar. Namun kemudian raut wajah Bibi terlihat khawatir
dengan Sang Hee yang sampai sekarang tidak ada kabar. Ki Joon berkata,
"Aku sudah menelfonnya berkali-kali. Dia sekarang tinggal dengan teman
kampusnya Suk Bong." Bibi bertanya, "Mengapa dia tidak kembali juga?" Ki
Joon menjawab, "Dia sepertinya tidak nyaman ada di sekitarku." Bibi
berkomentar, "Tentu saja. Jika kau jadi dia maka kau juga tidak akan
nyaman kan?? Karena mementingkan diri sendiri maka adik kaka bertengkar
karena masalah pernikahan. Tingkah kalian sungguh bodoh hanya karena
wanita! Sungguh memalukan." Ki Joon terdiam mendengar perkataan Bibinya
itu.
Ki
Joon kembali ke kantornya dan dia mengingat kata-kata dari Bibinya
itu. Ki Joon membuka laci meja kerjanya dan mengambil sebuah figura
yang di dalamnya terdapat selembar foto. Di foto itu terlihat ada Ki
Joon, Sang Hee dan seorang wanita yang duduk diantara mereka berdua.
HP
Ki Joon berbunyi dan itu merupakan telfon dari Ah Jung. Ah Jung
berkata, "Ini Gong Ah Jung, bagaimana jika kita berbicara sebentar?
Secara pribadi. Hey apakah kau mendengarkan aku?" Ki Joon bangkit dari
duduknya dan bertanya, "Dimana kau sekarang?"
Ki
Joon datang ke sebuah danau dan dia berusaha mencari Ah Jung namun dia
tidak melihatnya. Sementara itu Ah Jung dari arah pinggir Danau sedang
melambaikan tangannya berusaha memanggil Ki Joon. Ki Joon pun
menghampiri Ah Jung yang berpenampilan aneh pada hari ini. Ki Joon
bertanya, "Mengapa kau ingin aku datang kesini?" Ah Jung menjawab,
"Bukan disini. Ayo kita berbicara saat kita mengendarai itu." Ki Joon
menatap ada kapal bebek untuk di danau. Ah Jung berusaha menarik Ki Joon
menuju kapal bebek itu namun Ki Joon menolak. Ki Joon melihat daerah
sekitar danau yang cukup ramai dan dia pun akhirnya setuju untuk
membicarakan hal itu di kapal bebek.
Ah
Jung berusaha untuk mengkayuh kapal bebek itu sementara Ki Joon
memperhatikan kapal bebek yang penuh dengan sampah dan sangat kotor. Ah
Jung berkomentar, "Kau cepatlah bantu untuk mengkayuhnya!! Kita akan
berbicara saat kita sudah sampai ditengah-tengah danau itu. Kita akan
membicarakannya saat orang-orang tidak melihat kita." Ki Joon pun tidak
ada pilihan lain selain ikut membantu mengkayuh kapal bebek itu.
Setelah
dirasa kapal bebek mereka ada di tengah danau dan tidak akan ada yang
mendengarkan pembicaraan mereka maka Ah Jung pun mulai mengatakan apa
alasan dia memilih danau itu sebagai tempat pertemuan mereka, "Aku tidak
tau bagaimana ada rumor yang beredar mengenai kita. Jika kita bertemu
di hotel atau di coffee shop maka orang-orang akan berfikir bahwa hal
itu cukup aneh." Ki Joon bertanya, "Jadi itu sebabnya kau memintaku
datang kemari?" Ah Jung menjawab, "Ya. Orang-orang kenalanku tidak
pernah datang ke tempat ini dan sepertinya orang disekitarmu juga tidak
suka datang ke tempat seperti ini, jadi ini adalah tempat yang paling
aman di Seoul untuk kita bertemu." Ki Joon kesal, "Kalau begitu mengapa
tidak di gunung saja sekalian?" Ah Jung menjawab, "Di gunung banyak
pendaki gunung. itu lah sebabnya disini lebih baik."
Ah
Jung lalu membahas masalah rumor yang mengatakan dia telah menikah
dengan Ki Joon, "Aku sudah mengatakan padamu bahwa aku tidak pernah
mengatakan telah menikah denganmu. Sungguh aku tidak pernah
mengatakannya." Ki Joon ingin marah namun dia ingat kata-kata Park Hoon,
"Jangan marah! Pikirkan dengan baik-baik. Fighting!!" Ah Jung berkata,
"Namun aku juga tidak mengatakan bahwa aku tidak terlibat dalam rumor
ini." Ki Joon bertanya, "Maksudmu?" Ah Jung tersenyum pahit, "Kau
mengerti kan bahwa... hmm ya hanya lelucon. Jika aku mengatakan aku
belum menikah maka itu terdengar aneh. Jadi aku mengatakan pada temanku
bahwa aku sudah menikah. Hm mungkin ini alasannya. Waktu itu aku
mengatakannya tanpa memikirkannya dahulu" Ki Joon terkejut, "Jadi
intinya kau mengatakan sudah menikah, namun kau tidak pernah mengatakan
bahwa kau menikah denganku?" Ah Jung tersenyum, "Ya. Kau sungguh
cerdas."
Terlihat
di kapal bebek lainnya ada pasangan yang sedang bertengkar dan si
perempuan terjatuh ke danau. Ah Jung yang melihatnya sangat terkejut dan
langsung melompat ke danau untuk menyelamatkan perempuan itu. Ki Joon
terkejut melihat tindakan Ah Jung itu. Ki Joon pun ikut melompat ke
danau untuk menolong perempuan itu karena si perempuan itu tidak
menggunakan pelampung.
Kejadian
Ah Jung dan Ki Joon yang melompat ke dalam danau untuk menyelamatkan
perempuan itu pun menarik perhatian orang-orang di sekitar Danau. Si
perempuan itu berhasil di selamatkan dan langsung di bawa ke rumah sakit
dengan menggunakan mobil ambulans. Sementara itu Ah Jung dan Ki Joon
di berikan tepuk tangan yang meriah dari orang-orang. Ah Jung tersenyum
dan melambaikan tangan pada orang-orang yang bertepuk tangan itu,
sementara Ki Joon berusaha menutupi wajahnya dengan selimut yang di
berikan.
Ah
Jung dan Ki Joon pun kemudian berjalan menjauhi kerumunan orang-orang
yang berkumpul. Ki Joon tiba-tiba bertanya, "Kau tadi mengapa tiba-tiba
melompat hah?" Ah Jung menjawab, "Lalu apa yang harus kulakukan?
Membiarkannya begitu saja?" Gi Jung menjawab, "Ada kapal lain di sekitar
situ, bahkan ada seorang laki-laki yang memakai pelampung yang bisa
menyelamatkannya. Kau tidak perlu menyelamatkannya!" Ah Jung berkata,
"Aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan." Ki Joon marah, "Kau
bukankah bilang bahwa kita harus berhati-hati agar tidak dilihat orang
banyak hah?? Apa ini yang namanya hati-hati?" Ah Jung panik, "Apa yang
harus kulakukan? Aish..."
Ki
Joon yang kesal dengan Ah Jung pun langsung berjalan pergi
meninggalkan Ah Jung. Ki Joon mencari kunci mobilnya namun dia tidak
menemukannya. Ah Jung yang melihat itu pun ikut mencari kunci mobilnya
di dalam saku celana dan ternyata ada. Ah Jung berkata pada Ki Joon,
"Sepertinya kau kehilangan dompet, HP dan bahkan kunci mobilmu.
Masuklah ke mobilku, aku akan mengantarkan kamu." Ki Joon justru
membalas tawaran baik Ah Jung itu dengan mengumpat "Kau cepet pergi
dari arah pandanganku!" Ah Jung bertanya, "Kau tidak akan menyesal
menolak tawaranku ini hah? Baiklah aku pergi..." Ki Joon melihat ke
arah kerumunan orang-orang yang masih menatap ke arahnya dan dia pun
berjalan ke arah mobil Ah Jung dan langsung masuk. Ah Jung yang melihat
sikap Ki Joon itu pun langsung tertawa.
Di
dalam mobil, Ki Joon terlihat tidak nyaman karena mobil yang terlalu
sempit itu. Ki Joon bertanya, "Mengapa membeli mobil seperti ini?" Ah
Jung kesal, "Huh sudah bagus aku memberikan tumpangan padamu." Ki Joon
berkomentar, "Sudah kukatakan aku tidak perlu tumpangan darimu." Ah Jung
kesal, "Kalau begitu harusnya kau tunggu saja di danau tadi itu. Dan
biarkan orang-orang melihat penampilanmu yang seperti itu. Aku hanya
mengatakan apa yang akan orang-orang pikirkan. Kalau aku salah maka
maaf." Ki Joon berkomentar, "Ya kau salah!" Ah Jung hanya tersenyum
sekilas.
Ah
Jung mengantar Ki Joon ke rumah Ki Joon dan dia berkata, "Aku tidak
akan meminta ongkos telah mengantarmu kemari." Ah Jung bersin dan
kemudian Ki Joon berkata, "Kau turunlah." Ah Jung menolak, "Tidak
apa-apa. Aku akan segera pulang dan mengeringkan pakaianku." Ki Joon
berkomentar, "Mari kita lanjutkan pembicaraan yang tadi." Ah Jung
mengeluh sebentar namun dia setuju untuk mampir di rumah Ki Joon.
Ah
Jung turun dari mobilnya dengan menggunakan masker dan juga kacamata,
Ki Joon yang melihat penampilan Ah Jung pun terkejut. Ki Joon bertanya,
"Mengapa penampilanmu seperti itu?" Ah Jung menjawab, "Kita harus
berhati-hati. Bahkan dinding juga memiliki telinga." Ki Joon berjalan
masuk dan berkata, "Tidak ada siapapun di rumah." Ah Jung terkejut,
"Bahkan pembantupun tidak ada?" Ki Joon tidak menjawab dan berjalan
masuk kedalam rumahnya sementara Ah Jung mengikutinya dari belakang.
Pakaian
Ah Jung sedang dikeringkan dan sementara itu dia menggunakan handuk
kimono. Ah Jung melihat-lihat rumah Ki Joon dan merasa terkesal. Ah Jung
lalu bertanya pada Ki Joon yang sedang duduk di ruang tengah sambil
membaca buku, "Berapa harga tanah per meternya?" Ki Joon menjawab,
"Untuk Pegawai negeri seperti kau itu rasanya tidak mungkin membelinya."
Ah Jung kesal, "Siapa bilang aku mau membelinya? Aku mau mencari suami
yang tinggal di tempat seperti ini." Ki Joon menatapnya tajam dan Ah
Jung melanjutkan ucapannya, "Hmm hanya bercanda. " Ki Joon menutup buku
yang di bacanya dan berkata, "Mari kita lanjutkan pembicaraan kita yang
belum selesai tadi." Ah Jung bingung dengan raut wajah Ki Joon yang
serius, "Mengapa kau begitu serius hah? Hm baiklah aku akan
menyelesaikannya. Hmm mengenai penjelasan bahwa kita menikah ini terlalu
sulit untuk di jelaskan ya?" Ki Joon berkata, "Tidak sulit namun
orang-orang sulit percaya padaku." Ah Jung tertawa, "Apakah tidak ada
satu orang pun yang percaya padamu?" Ki Joon kesal, "Gong Ah Jung!!"
Ah
Jung berkata, "Kalau begitu kau hanya perlu mengumpulkan orang-orang
dan aku akan mengatakan yang sebenarnya pada mereka. Bukankah itu solusi
yang cepat?" Ki Joon menatap Ah Jung dengan tajam, "Apakah kau selalu
semudah itu dalam menyelesaikan masalah?" Ah Jung menjawab, "Apa
masalah harus di selesaikan dengan rumit? Karena aku yang memulainya
maka aku juga harus mengakhirinya." Ki Joon bertanya bingung, "Mengapa
kau melakukannya? Jika menurutmu kau tidak salah maka mengapa kau harus
menyelesaikan semua ini?" Ah Jung menjawab, "Karena aku juga korban.
Apa kau pikir aku ini mau dianggap sudah menikah denganmu hah?" Ki Joon
menatap Ah Jung kesal.
Petugas
laundry datang dan memberikan pakaian Ah Jung yang sudah selesai
dikeringkan. Ah Jung segera mengambil pakaian itu dan mengganti bajunya.
Ki
Joon mengantarkan Ah Jung keluar rumahnya dan Ah Jung berkata, "Aku
pergi. Sampai jumpa nanti." Ah Jung segera berlari ke mobilnya. Ki Joon
berteriak pelan, "Kau lepaskan maskermu itu, kau bisa membuat
orang-orang takut." Ah Jung menjawab, "Yang penting keamanan!" Setelah
kepergian Ah Jung itu, Ki Joon bergumam, "Kau korban??"
Ah
Jung pergi ke sebuah taman dan dia melihat Ayahnya yang sedang
terduduk lesu. Ah Jung pun menghampiri Ayahnya dan duduk di sampingnya,
"Huh tidak apa-apa jika tidak menelfon namun kau bahkan tidak memasak
dan justru datang kemari." Ayah Ah Jung berkata pelan, "Ah Jung... Ayah
hari ini sedang merasa tidak nyaman." Ah Jung bertanya, "Kenapa?
Karena temanmu itu di penjara kembali? Berapa banyak yang dia ambil
hingga tertangkap?" Ayah Ah Jung menghembuskan nafas lemah, "Hampir
semua temanku memiliki catatan kriminal." Ah Jung bertanya, "Hah?
Bukankah teman-temanmu justru lebih sukses dari padamu?" Ayah Ah Jung
menjawab, "Ya itu sebabnya." Ah Jung berkata, "Untuk orang lain
kesuksesan itu adalah sebuah kehormatan. Teman-temanmu itu ada dari
kalangan pejabat, apa kau tidak iri?" Ayah Ah Jung bertanya, "Apa kau
berharap aku d penjara juga? Aku tidak ingin di penjara."
Ayah
Ah Jung tersenyum, "Gong Ah Jung, kau harus menjaga baik-baik dirimu."
Ah Jung balas tersenyum, "Tanpa kau mengatakannya juga aku akan
menjaga diriku baik-baik. Apakah kau pikir aku akan bernasib tragis
seperti teman-temanmu yang lain?" Ayah Ah Jung menjawab, "Putriku tidak
mungkin bernasib seperti mereka. Aku percaya putriku walaupun dia
sedikit kurang ajar. Tapi... Apakah kau tidak membuat masalah apapun?"
Ah Jung kaget dan menjawab, "Tidak... Aku tidak membuat masalah
apapun."
Ki
Joon masuk keruangannya dan Park Hoon ikut berjalan di belakangnya. Ki
Joon bertanya, "Apakah belum ada kabar apapun dari Sang Hee?" Park
Hoon menjawab, "Belum ada. Kemarin aku khawatir karena aku tidak bisa
menghubungimu." Ki Joon berkata, "Aku kehilangan HPku. Tolong carikan
yang sama dan dengan nomor yang sama." Park Hoon lalu bertanya, "Apakah
pembicaraanmu dengan wanita itu berjalan lancar?" Ki Joon justru balas
bertanya, "Tentang apa?" Park Hoon bingung, "Aku sudah mengatakan
banyak hal padamu dan kau masih ingin membawa kasus ini ke pengadilan?"
Ki Joon menjawab, "Tidak. Aku tidak bertengkar dengannya. Mungkin
telah terjadi salah paham. dan mungkin dia bukan biang onar." Park Hoon
terlihat kebingungan, "Kau baru satu hari bertemu dengannya dan kau
sudah bisa mengatakan hal yang baik tentang wanita itu?" Ki Joon
bertanya, "Apa maksudmu?" Park Hoon menjawab, "Tidak..."
Manager
Park masuk kedalam lift dan di lift itu ada Ki Joon. Manager Park
berkata, "Mereka ingin kita membantu dalam shooting drama. Bagaimana
menurutmu? Apa kau ingin menolaknya?" Ki Joon menjawab, "Kita diskusikan
saja dulu." Manager Park terdiam kemudian. Ki Joon bertanya, "Mengapa
kau jadi seperti ini? Aku sudah katakan bahwa aku tidak menikah."
Manager Park tertawa pelan dan bertanya, "Apa hubungannya denganku?" Ki
Joon menjawab, "Ya!! Kita ini masih berteman kan?" Manager Park
menjawab, "Aku tidak mengenal kata teman di kantor." Ki Joon menatap
kesal pada Manager Park.
So
Ran dan teman-temannya itu sedang membicarakan tentang Ah Jung. Rae
Yeon berkata, "Suami Ah Jung itu adalah Hyun Ki Joon pemilik World
Hotel." Tentu saja So Ran terkejut mendengarnya, "Hyun Ki Joon??" Rae
Yeon menjawab, "Ya. Laki-laki itu lah yang waktu itu di temui oleh Ji
Eun di Hotel World. " Bo Yeon ikut berkomentar, "Kami awalnya tidak
percaya, namun sepertinya hal ini adalah kenyataan." Rae Yeon kembali
berkata, "Kami sudah mengkonfirmasinya saat kau pergi ke Canada." So Ran
bertanya, "Apakah kalian tau dari Ah Jung?" Rae Yeon menjawab, "Tidak.
Kita tidak tau nomor telfonnya sehingga kita tidak menelfonnya. Ah apa
kau tau Chun Young? Dia bilang, dia datang ke upacara pernikahan Ah
Jung." Bo Yeon berkata, "Huh bagaimana mungkin dia mengundang Chun Young
dan kita tidak diundang sama sekali?? Dia keterlaluan." So Ran
tersenyum licik, "Huh apakah kalian percaya dengan kata-kata Chun Young?
Dia bahkan pernah mengaku datang ke pernikahan Angelina Jolie dan Brad
pitt."
Rae
Yeon berkata, "Tapi masa Chun Young berbohong pada kita?" So Ran tetap
tidak menerima omongan teman-temannya itu, "Apa kalian ini bodoh??
Seorng Chaebol(Konglomerat) pasti salah meminum obat jika mau menikah
dengan seseorang seperti Ah Jung!!" Rae Yeon bertanya, "Apa sih yang
salah dengan Ah Jung? Kau selalu saja merendahkan Ah Jung, bahkan kau
sudah seperti ini sejak sekolah." So Ran menjawab, "Itu karena dia
memang pantas di pandang rendah. Apakah kalian pikir bahwa Ah Jung ini
sungguh hebat hah?" Rae Yeon menjawab, "Tapi Ah Jung itu lebih baik dari
pada kau saat kuliah. Kau tau hasil ujiannya kan? Bahkan dia lulus tes
Pegawai Negeri." So Ran tetap tidak menerima pendapat teman-temannya
itu, "Itu hanya karena keberuntungan!! Bukankah kita semua tertawa saat
mendengar Ah Jung ingin menjadi Pengawai Negeri?"
Rae
Yeon berkata, "Yoo So Ran, kau itu iri pada Ah Jung!" So Ran tidak
terima mendengar hal itu. Bo Yeon berusaha menenangkan kedua temannya
ini, "Ya, mengapa kalian bertengar?? Jangan bertengkar hanya karena
masalah ini." Rae Yeon kembali berkata, "Seorang teman harusnya
memberikan selamat pada temannya yang sukses." So Ran kesal, "Ya
Cinderella telah menikah dengan Chaebol. Jangan terlalu termakan drama
di televisi, bangunlah dan hadapi dunia kenyataan!!!" So Ran mengambil
tas dan pergi begitu saja meninggalkan 2 temannya. Rae Yeon yang melihat
kepergian So Ran pun langsung menggerutu kesal, Bo yeon langsung
menenangkannya, "Tenanglah. Coba untuk memahaminya, siapapun juga akan
iri pada Ah Jung."
So
Ran sedang mengendarai mobilnya sambil terus menggerutu mengenai Ah
Jung, "Hyun Ki Joon pemilik World Hotel?? Dia harusnya mencar pasangan
yang sederajat!! Ini bukanlah drama di tv!!! Omo... perutku.. Gong Ah
Jung adalah cinderella? Tidak mungkin..."
Sang
Hee mencari surat pengunduran diri Ah Jung yang di tulis di tisu itu
di saku bajunya dan akhirnya dia menemukannya. Suk Bong tiba-tiba saja
berlari ke kamar mandi karena sakit perut dan dia meminta pada Sang Hee
untuk membukakan pintu karena ada kurir pengantar barang yang datang.
Sang Hee menyimpan surat pengunduran diri Ah Jung itu di atas meja dan
kemudian pergi ke luar untuk menerima barang. Di dalam kamar mandi
persediaan tisu habis dan Suk Bong pun mengambil selembar tisu yang ada
di atas meja tanpa mengetahui bahwa tisu itu adalah surat pengunduran
diri Ah Jung.
Sang
Hee kembali masuk kedalam rumah dan bingung karena surat pengunduran
diri Ah Jung itu tidak ada di atas meja. Suk Bong keluar dari kamar
mandi dan sudah merasa lega. Sang Hee menatap Suk Bong, "Hyung... kau
tidak mengambilnya kan?" Suk Bong bingung dengan yang di maksud oleh
Sang Hee.
Sang
Hee bertemu dengan Ah Jung di cafe dan dia mengatakan bahwa surat
pengunduran diri Ah Jung itu di jadikan tisu toilet oleh Suk Bong. Ah
Jung terkejut mendengarnya dan langsung menatap Suk Bong dengan kesal.
Sang Hee pun berusaha menenagkan Ah Jung, "Ini semua salahku. Maaf." Ah
Jung langsung keluar dari cafe itu dan Sang Hee pun mengikutinya.
Ah
Jung berjalan keluar cafe dengan kesal. Sang Hee berkata, "Aku akan
menggantinya dengan traktir makan. Bagaimana?" Ah Jung menolaknya,
"Tidak perlu." Sang Hee terus memanggil Ah Jung namun Ah Jung tidak
mempedulikannya. Tiba-tiba Sang Hee pun menarik Ah Jung kedalam
pelukannya dan hal itu membuat Ah Jung tersentak kaget. Sang hee memeluk
Ah Jung di tempat yang cukup banyak orang sehingga orang-orang pun
saling berbisik-bisik saat melihat Ah Jung dan Sang Hee yang berpelukan.
Setelah Sang Hee merasa Ah Jung sudah tenang maka Sang Hee pun
melepskan pelukannya, "Kau sudah merasa lebih baik?" Wajah Ah Jung
terlihat memerah dan dia berkata, "Apakah kau tau bahwa ini bisa di
bilang sebagai kejahatan?" Sang Hee berkata, "Sekarang serahkan saja
smeuanya padaku. Aku akan menghiburmu sepanjang hari." Ah Jung berkata,
"Maaf tapi aku tidak tertarik."
Orang-orang
di tempat itu membicarakan Sang Hee dan pembicaraan itu terdengar oleh
Ah Jung, "Wow pria itu tumbuh dengan sangat keren dan tampan." Ah Jung
melihat penampilan Sang Hee dari atas hingga bawah dan kemudian
tersenyum, "Apakah kau sibuk malam ini?" Sang Hee tersenyum senang,
"Sudah kuduga kau akan menerima ajakanku." Ah Jung berkata, "Jangan
salah paham. Aku hanya memberikan kesempatan padamu untuk menebus
kesalahanmu itu." Ah Jung kembali menatap penampilan Sang Hee dan dia
tersenyum.
Sore
harinya Sang Hee berdiri di pinggir jalan dan datanglah mobil Ah Jung.
Sang Hee berkata pada Ah Jung, "Kita sudah terlambat dua puluh menit."
Ah Jung hanya tersenyum dan meminta Sang Hee masuk kedalam mobilnya.
Ah Jung berkata, "Aku ingin menelfonmu namun kau bahkan tidak memiliki
HP. Meskipun aku tau jika kau ini pengangguran, tapi bukankah sangat
aneh jika kau bahkan tidak memiliki HP?" Sang Hee melihat penampilan Ah
Jung dan dia berkomentar, "Bukankah kita akan pergi ke pesta? Kau
tidak bisa berpenampilan seperti itu. Cepat hentikan mobilnya di
sebelah sana." Ah Jung menatap Sang Hee bingung namun akhirnya dia
setuju.
Sang
Hee dan Ah Jung pun datang ke salah satu butik pakaian dan Sang Hee
memilihkan gaun untuk Ah Jung. Ah Jung menatap pantulan dirinya di
cermin dan dia terlihat senang dengan penampilannya yang baru itu.
Sang
Hee dan Ah Jung pergi ke kasir untuk membayar baju yang di beli Ah
Jung itu. Kasir berkata, "Total semuanya 2,2 juta won." Ah Jung
terkejut mendengarnya. Sang Hee berkomentar, "Bukankah pegawai negeri
berpenghasilan banyak?" Ah Jung menatap Sang Hee kesal, "Di muka bumi
maka seorang pegawai negeri berpenghasilan banyak hah?" Ah Jung terpaksa
mengeluarkan kartu kreditnya dan dia terlihat tidak mau menyerahkan
kartu kreditnya itu pada sang kasir namun sang kasir berhasil mengambil
kartu kredit itu dari tangan Ah Jung.
Selesai
berbelanja Ah Jung dan Sang Hee pun berjalan keluar dari butik itu. Ah
Jung berata, "Huh gajihku... Namun tidak apa, ini adalah kesempatanku
untuk mempertahankan harga diriku." Sang hee berkomentar, "Awalnya aku
ingin membelikannya untuk menebus kesahanku." Ah Jung denagn cepat
berkata, "Tenanglah aku bukan tipe orang yang memeras pengangguran
sepertimu." Sang Hee tersenyum dan berkata, "Baiklah aku akan tetap
disampingmu selama di pesta. Ngomong-ngomong dimana pesta itu diadakan?"
Ah Jung menjawabnya dengan santai, "World Hotel." Sang Hee terkejut
mendengarnya.
Pesta
yang di maksud oleh Ah Jung ini adalah pesta yang di adakan oleh
teman-teman Ki Joon. Ki Joon sengaja mengundang Ah Jung untuk
menjelaskan masalah yang sebenarnya terjadi itu pada teman-temannya. Ki
Joon sudah dtaang terlebih dhaulu ke pesta itu dan dia terlihat jengah
karena semua teman-teman yang dihampirinya selalu mengucapkan selamat
pada Ki Joon atas pernikahan Ki Joon. Teman Ki Joon yang pada saat itu
bertemu di Lobby Hotel berbisik pada Ki Joon, "Kau tidak perlu
menutupinya. Bukankah aku sudah bilang bahwa kami semua selalu akan ada
disisimu?" Ki Joon berkata, "Aish... Kau juga akan segera tau yang
sebenarnya." Ki Joon melihat jamnya dan bingung karena Ah Jung belum
datang juga.
Ah
Jung akhirnya sampai di World Hotel dan dia segera keluar dari
mobilnya. Sementara itu Sang Hee tetap duduk di mobil dan terlihat
enggan keluar. Ah Jung terpaksa menarik Sang Hee untuk keluar dari
mobilnya. Sang Hee berusaha menutupi wajahnya agar para staff Hotel
tidak mengetahui kedatangannya. Ah Jung yang tidak tau bahwa Sang Hee
adalah adik dari Ki Joon justru mengolok-ngolok Sang Hee, "Kenapa kau
begitu tegang? Ah itu karena kau pertama kalinya datang ke Hotel mewah
ini kan?" Sang Hee tiba-tiba berkata, "Ah aku ada janji malam ini. Aku
harus segera pergi." Ah Jung kecewa mendengarnya, "Apa? Kau sengaja
melakukan ini kan?" Sang hee menjawab, "Tidak. Aku minta maaf tidak bisa
ikut denganmu." Ah Jung menatap Sang Hee dengan penuh kekesalan dan
dia pun langsung masuk kedalam Lobby Hotel tanpa mempedulikan Sang Hee.
Saat
berjalan di Lobby Hotel, tiba-tiba saja Sang Hee datang kembali dan
berjalan di samping Ah Jung. Ah Jung berkata, "Huh bukankah kau ada
janji?" Sang Hee terus berusaha menutupi wajahnya dan berkata, "Tenang
saja aku tidak akan membuatmu malu." Ah Jung melihat Sang Hee yang
berusaha menutupi wajahnya dan dia pun bertanya, "Kau bertingkah aneh.
Apa kau canggung jalan bersamaku?" Sang hee menjawab, "Ya. Aku merasa
canggung karena kau cantik." Ah Jung tersenyum malu mendengarnya.
Ah
Jung dan Sang Hee keluar dari lift dan Park Hoon langung menyambut
kedatangan Ah Jung itu. Sang Hee terkejut melihat Park Hoon dan dia pun
berusaha menutupi wajahnya dan kabur dari sisi Ah Jung. Ah Jung yang
melihat kepergian Sang Hee pun terkejut dan mengejarnya namun dia tidak
berhasil mengejarnya. Sang Hee terus berlari pergi dan dia menggerutu,
"Menjadi kesatria itu ternyata tidak mudah...."
So
Ran tiba-tiba saja meminta Jae Bum untuk mengantarkannya ke World
Hotel. Jae Bum bertanya, "Untuk apa kita datang kemari?" So Ran
menjawab, "Untuk mengklarifikasi sesuatu." So Ran berjalan ke arah
resepsionis dan bertanya, "Direktur Hotel ini adalah Hyun Ki Joon,
bukan? Apakah dia sudah menikah?" Manager Park langsung menjawab,"Maaf
itu adalah hal pribadi." So Ran tidak menerima jawaban itu, "Katakan
saja apakah dia sudah menikah atau belum??" Jae Bum tentu marah pada
sikap So Ran itu, "Kau ini membuatku malu." So Ran berkata, "Huh benar
dugaanku..." So Ran tersenyum dan kemudian pergi bersama Jae Bum.
Park
Hoon menunggu Ah Jung di depan lift dan ternyata yang keluar dari
dalam lift adalah Jae Bum dan So Ran. Jae Bum yang mengenal Park Hoon
pun langsung menyapanya, "Oh kau ada disini juga?" Park Hoon terkejut
melihat kedatangan Jae Bum, "Mengapa kau datang kemari?" Jae Bum
menjawab, "Ah istriku ingin makan di restaurant Hotel ini. Ah bagaimana
dengan kasus temanmu itu?" Park Hoon menjawab, "Aku rasa masalahnya
akan selesai dengan baik." So Ran kesal menunggu dan segera memanggil
Jae Bum. Jae Bum pun pamit pergi terlebih dahulu pada Park Hoon.
Ki
Joon yang sudah menunggu kedatangan Ah Jung pun menelfon Park Hoon,
"Dimana dia?" Park Hoon menjawab, "Dia sudah datang namun tidak ada
disini." Ki Joon bingung, "Maksudmu apa? Ah baiklah aku akan
menelfonnya."
Ki
Joon pun berusaha menelfon Ah Jung, "Gong Ah Jung, dimana kau?" Ah
Jung yang sedang mencari Sang Hee pun menjawab, "Aku sedang mencari
temanku. Harusnya kami datang bersama. Ah baiklah aku akan segera
kesana." Ah Jung menutup telfonnya dan bergumam, "Hyun Sang Hee kau
akan mati!! Tunggu... Rambutku berantakan. Ah dimana kamar mandinya??"
Ah
Jung pergi ke kamar mandi dan merapihkan rambutnya. Tidak
disangka-sangka So Ran keluar dari salah satu bilik kamar mandi dan
mereka berdua pun akhirnya bertemu. Ah Jung bertanya, "Apa yang kau
lakukan disini?" So Ran menjawab, "Aku bersama suamiku. Kau?" Ah Jung
kembali berbohong, "Aku juga bersama suamiku." So Ran tersenyum
meremehkan Ah Jung, "Dengan suamimu? Benarkah? Apa pekerjaan suamimu?
Berapa usianya?" Ah Jung bertanya dengan ketus, "Mengapa kau perlu tau?"
So Ran berkata, "Mengapa kau begitu? Saat mendengar kau telah menikah,
aku ikut bahagia." Ah Jung berkata, "Mengapa kau slelau ikut bahagia
dalam banyak hal? Aku yang menikah dan mengapa kau yang lebih bahagia
dari pada aku?" So Ran berkata, "Aku hanya khawatir padamu karena cinta
pertamamu. Apa yang harus kulakukan jika kau tidak mencari laki-laki
lain sepanjang hidupmu hanya karena cinta pertamamu itu? Kau menikah
saja itu sungguh beruntung."
Ah
Jung benar-benar kesal mendengar omongan So Ran itu, "Kau merasa
bersalah bukan?" So Ran tiba-tiba bertanya, "Apakah kau dan Jae Bum ada
hubungan? Kau suka dia? Apakah aku orang ketiga?" Ah Jung menatap So
Ran, "Jika kau temanku maka kau seharusnya merasa bersalah atas apa yang
kau lakukan." So Ran semakin memanas-manasi Ah Jung, "Jika kau lolos
seleksi tahap 2 Pegawai Negeri dan kau menyatakan perasaanmu pada Jae
Bum, apakah kau pikir kau akan memiliki akhir yang bahagia?" Ah Jung
menjawab getir, "Benar." So Ran tersenyum licik, "Gong Ah Jung, sebagai
temanmu aku tidak tau harus berkata apa menganai masalah ini tapi Jae
Bum itu membencimu. Dia sangat sangat membencimu. Melihat keberadaanmu
dimana saja itu membuat dia tidak nyaman. Dia bahkan memintaku
mengatakan hal ini padamu. Kau tidak mengetahui hal ini kan?" Ah Jung
terkejut mendengarnya, "Sepertinya banyak yang membenciku..."
So
Ran berkata, "Dan itu sebabnya aku menyembunyikan kenyataan bahwa aku
dulu berpacaran. Jika aku mengatakannya padamu, bagaimana perasaanmu
hah? Kau pasti merasa seperti bumi ini hancur. Dan kau patsi akan
menyerah pada tes Pegawai Negeri. Untung saja aku menyimpan rahasia ini.
Ya setidaknya kau lulus tes Pegawai Negeri itu. Sekarang ini
berkonsentrasi saja pada pekerjaanmu itu. Dan aku yakin kau akan
memiliki ending percintaan yang manis." Ah Jung marah, "Kau...." So Ran
memotong pembicaraan Ah Jung, "Kau pasti ingin tau bagaimana aku bisa
tau bahwa kau belum menikah kan? Aku ta semuanya dari awal. Aku hanya
pura-pura tertipu karena kau tampak begitu menyedihkan. Dan ingat! Aku
adalah Yoo So Ran dan kau Gong Ah Jung. Kau tidak perlu menyebarkan
rumor palsu demi mengalahkan aku. Huh apa sebenarnya tujuanmu membuat
semua orang berfikir bahwa kau dan Hyun Ki Joon itu sudah menikah? Apa
itu masuk akal? Kau tidak mungkin menikah dengan seseorang yang lebih
baik dari pada suamiku!!!" Ah Jung terdiam mendengar kata-kata So Ran
itu.
So
Ran kemudian melanjutkan ucapannya, "Untuk membuat orang-orang percaya
dengan rumor bodoh itu, kau ternyata cukup hebat." Ah Jung bertanya,
"Jadi kau membenciku karena aku menemukan seorang pria yang lebih hebat
dari pada suamimu? Dan kau berharap aku menemukan pria yang lebih
rendah dari suamimu?" So Ran menjawab, "Tentu saja. Itu adalah hukum
alam. Aku pergi duluan." So Ran mengambil tasnya dan langsung pergi
keluar dari kamar mandi. Ah Jung benar-benar kesal dengan kata-kata So
Ran, "Hukum alam??"
Ah
Jung berlari keluar kamar mandi dan dia melihat So Ran yang merangkul
mesra lengan Jae Bum. Jae Bum melihat Ah Jung dan menyapanya, namun So
Ran langsung memarahi Jae Bum dan mengajaknya segera pergi.
Beberapa
langkah dari kepergian So Ran dan Jae Bum, Ki Joon datang. Ah Jung
berkata dalam hati, "Beberapa kali aku menggunakan perasaanku, bukan
otakku untuk berfikir. Dan setiap melakukan hal itu maka selalu terjadi
masalah." Ki Joon tersenyum senang melihat kedatangan Ah Jung, namun
senyuman Ki Joon itu langsung hilang saat mendengar Ah Jung menyapanya,
"Sayang, aku ada disini!" So Ran dan Jae Bum yang belum pergi jauh pun
ikut terkejut mendengar Ah Jung berkata seperti itu.
Continue reading/Read more: http://zoladiaries.blogspot.com/
Special thanks/Credits to/ Lie to Me Episode 2 synopsis taken from: http://zoladiaries.blogspot.com/
source: (Thank you and credits to
http://zoladiaries.blogspot.com/
http://wiki.d-addicts.com
http://www.jacinda1st.org/
and all sources for the information and pictures)
































































Tidak ada komentar:
Posting Komentar